Menyenangkan Semua Orang, Mungkinkah?

Mungkin ga kita berbuat baik dan berdampak pada semua orang dimana mereka benar-benar merasakan perbuatan baik kita?

Gw pernah baca suatu kisah ayah, anak, dan keledai yang membawa muatan bawaan mereka di atas punggungnya. Mereka mau melakukan perjalanan menuju suatu kuil. Mereka singgah di setiap kota yang mereka temui. Di kota pertama, rakyat disana berkata: “Hei mereka tega sekali membebani keledai mereka seberat itu!” Mendengar perkataan itu ayahnya membawa muatan yg ada di punggung keledai dan melanjutkan perjalanan ke kota kedua.

Sesampainya di kota kedua, rakyat mulai berkata: “Anak yang durhaka. Dia membiarkan ayahnya memikul beban seberat itu!” Mendengar hal itu, anaknya memutuskan untuk memikul beban yang dibawa oleh ayahnya dan melanjutkan perjalanan menuju ke kota ketiga.

Sesampainya di kota ketiga, rakyat disana berkata: ” Mereka tidak efektif. Keledai itu hanya dibawa tapi tidak digunakan sama sekali.” Sang anak mempersilakan ayahnya untuk menaiki keledai tersebut dan melanjutkan perjalanan ke kota keempat.

Ketika berada di kota keempat, rakyat di tempat itu berkata: ” Mengapa tidak menyewa keledai satu lagi untuk membawa barang bawaan?” Sang ayah akhirnya menyewa keledai satu lagi untuk membawa barang bawaan mereka dan melanjutkan perjalanan mereka sehingga sampai ke kuil.

Sesampainya di kuil, biksu disana terheran-heran dengan mereka, ” mengapa kalian sampai membawa dua keledai dalam perjalanan kalian?” Sang ayah akhirnya kesal dan berkata,” Kami melakukan  apa yang menurut rakyat adalah yang terbaik. Tetapi ketika berada di kota yang berbeda, mereka terus menerus mengomentari kondisi kami sehingga kami memosisikan kondisi sesuai dengan kemauan mereka, tapi mereka selalu mengeluh, tidak bisakah semua senang dengan kondisi yang sudah kami sesuaikan? Bahkan biksupun mengomentari kondisi kami.”

Mungkin kita pikir apa yang kita perbuat uda senetral-netralnya, ga berat ke sisi yang menurut satu orang baik, dan sisi yang menurut satu orang buruk. Tapi selalu ada orang yang menganggap apa yang kita putuskan bukanlah sesuatu yang baik sehingga mengecewakan dirinya.

Dari kisah diatas, gw dapet kalo pekerjaan yang ga mungkin bisa terselesaikan dalam hidup ini adalah menyenangkan semua orang.

Pasti ada keputusan yg kita buat menyakiti hati orang yang berdampak pada keputusan itu. Apa iya seperti seorang presiden membuat keputusan yang  yang terbaik untuk rakyatnya, bisa benar- benar memuaskan semua kalangan rakyatnya? Pasti tidak.

Hal yang sebaiknya diusahakan kita adalah membuat keputusan yang sebijak mungkin dari diri kita sang pemberi keputusan. Apa yang dikehendaki orang banyak atau kaum mayoritas belum tentu merupakan solusi yang terbaik karena kehendak kaum minoritas bisa lebih baik ketimbang orang banyak :-)

Responses

  1. Menyenangkan semua orang emang mustahil, karena pasti ada +-nya dari setiap perbuatan… Kyk yang waktu itu gw bilang, kalo ada seorang bapak mencuri demi menghidupi keluarganya, dia adalah orang yang baik yang mau menghidupi keluarganya, tapi disisi lain, dia kriminal dalam masyarakat… Contoh lg, yang orang bagi2 zakat, maksud hati baek bagi2 zakat, eh malahan orang2 byk yang mati keinjek2 ~_~

    “Hal yang sebaiknya diusahakan kita adalah membuat keputusan yang sebijak mungkin dari diri kita sang pemberi keputusan.” ini bener banget, walopun kadang keputusan kita yang paling bijak pun tetep aja jelek hahaha, tapi at least we’ve tried :D

  2. iya..
    gw stuju bgt bahwa menyenangkan semua org itu mustahil dan ga harus kita fokusin..

    yang selayaknya menjadi fokus kita harusnya menjalani hari-hari kita dengan tujuan menyenangkan 1 orang saja, Bapa kita di Surga.

    happy holiday..
    GBU

    nb:saia link blog anda ya..hehe

  3. Hiai

    Haha
    Kadang emank hal yg kita anggap benar blon tentu org anggap benar
    perbedaan pendapat pasti slalu ad….

    Mnurut gw….saran or lain emank arus d pertimbangkan…tapi intinya smua kputusan adlh pertimbangan kita sendiri

    sama dengan masa depan…smuany tergantung kita sendiri

    haha

    kapan2 mampir ya!! ^^

  4. Memang bener…

    Pada dasarny pola pikir org2 beda2 c ya

    Yg satu suka mungkin yg lain ngak suka…
    Itu ud maw ngak maw…dalam pergaulan kadang juga gitu

    Kalo gw gini temen gw yg laen suka tp yg laen ngax suka…
    life is complicated y..
    wkwk

  5. sulitnya menyenangkan org lain… sulit pula menyenangkan diri sendiri ><

  6. menyenangkan semua orang berarti termasuk dirimu sendiri

    memang ada orang yang senang karena bisa membuat orang lain senang, itu baik

    ada pula orang yang senang karena membuat orang lain tidak senang, itu tidak baik wkwkwkwk

    ngaco ah, kalo mau buat orang lain senang pastiin lu sendiri jg senang
    dah gitu aja


Leave a response

Your response:

Advent 1: Powerful Almighty God

Desember telah tiba, bulan dimana Tuhan Yesus hadir di tengah-tengah kita manusia dengan apa adanya.

Minggu pertama ini, gereja gw memasuki advent pertama, minggu menjelang Yesus datang di tengah dunia ini dengan tema “Powerful Almighty God”

Dengan ayat yang diambil dari Yesaya 40: 12-17, dari sini gw diajak merenungkan seberapa besarnya Tuhan dengan segala pikiran gw yang melayang-layang sampe-sampe gw ga bisa ngerasain itu….. sampe gw berpikir sendiri besarnya Tuhan itu sebesar apa si?

Dari video yang dikasi, gw mulai sadar sesuatu yang tiap kali gw perhatiin aja uda nandain suatu kebesaran Tuhan.

Dari mulai matahari, dia uda netapin kapan bakal terbit n kapan bakal terbenam. Ujan dia juga tentuin dari laut menguap kebentuk awan en terjadi kondensasi pada akhirnya jadi ujan. Siang dan malam jg dia tentukan supaya kita bisa istirahat. Sampe-sampe burung yang terbang ke selatan itu pun Tuhan yang tetapkan semua agar terjadi segala keseimbangan. Ga bisa terbayang seberapa besarnya karena kita mengukur suatu besar dari sudut pandang kita dan itu terlalu naif.

Itu hanya sebagian kecil dari segala kebesaran Tuhan yg Maha Kuasa. Dari sini gw mulai merasa sangat kecil. Apalagi melihat segala manusia mencari tau segala yg ada di dunia ini tapi blom ada yg bisa tau segala isinya. Yang ada jg kita cuma ngerasa tau semuanya.

Tuhan sebenernya terlalu baik. Pada awalnya Adam dan Hawa. Dia uda netapin kalo ada pohon pengetahuan baik dan jahat. Dia uda ngelarang supaya ga dimakan dan pada akhirnya kita jatuh dalam dosa karna melanggar itu. Dan dari sini, pada kejauhan harinya dimana sekarang kita yg berpkir, kita pasti bertanya-tanya ” Kenapa harus ada tuh pohon?” Kita memang bisa membedakan mana yg baik dan yang jahat, tapi itu hanya dalam sebatas pemikiran kita bukan pemikiran Tuhan. Pemikiran Tuhan sering kita tafsir sebagai suatu yang jahat karena dilihat dari sudut pandang kita.

Gw  seringkali mengeluh dengan keadaan gw yg begini ga beres begitu ga beres. Gw pengen dapet nilai bagus waktu ulangan tapi hasilnya malah ga karu-karuan jeleknya. Gw malah ga bisa berpikir jernih dari sini. Padahal dari sini inilah yg terlihat dari suatu keseimbangan, dimana kita memerlukan hasil yang menjatuhkan agar bisa bangkit. Apa iya kalo semuanya beres2 aja, akan ada sesuatu yg bisa tiba2 membuat kita melonjak. Yang ada kita uda merasa paling hebat dan mulai menurunkan usaha-usaha kita.

Bola basket aja perlu diberi power saat menjatuhkannya  baru melambung tinggi kembali dengan kekuatan yg tidak jauh berbeda namun akan menjadi berbeda ketika bola itu ga pernah dijatuhkan, akan melambung dengan lemah dan makin lemah sampai berhenti pada akhirnya.

Hal ini juga sama ketika Tuhan membiarkan kita menghadapi hal sulit dimana Dia yakin kita bisa bangkit dengan kekuatan yang sama.

Tetapi pada kenyataannya, kita yg sering netapin setiap kejadian harus seperti apa yg kita kehendaki.

Kita cuma diberi kuasa untuk menaklukkan bumi bukan Tuhan. Tuhan Maha Kuasa, kita cuma berkuasa.

Di saat kita jadi bos dalam suatu perusahaan aja, ada gabungan-gabungan perusahaan yang dipimpin dengan orang lain dimana kita jadi bawahannya dan orang yg memimpin gabungan perusahaan itu juga dibawah kekuasaan bidang yang dia usahakan dalam gabungan usaha mereka.

Kuasa apa yg kita punya? Kita cuma punya segelintir dari kuasa itu.

Ketetapan Tuhan ga akan bisa kita bayangkan, kalau kita ga berserah segalanya pada Dia. Biarkan hidup kita sepenuhnya bergantung padaNya dan kita akan beroleh kasihNya yang teramat dalam dan benar-benar tidak dapat dibayangkan. God Bless

Responses

  1. Wow…
    Nice first post :D

    Memang sering banget kita ga merasa adanya power Tuhan karena semuanya itu abstrak, bukan sesuatu yang nyata… Maknanya tersirat :D
    Kita baru bisa nyadar kalo kita peka…
    Tapi seringnya sebgai manusia kita ga peka karena kita merasa “ini hidup gw, ya gw yang take control” padahal ini bkn cuma hidup kita, tapi jg Tuhan yang pemberi hidup itu…

    Emang kejatuhan itu penting utk menjadi pegas kita agar bisa melambung lebih tinggi, namun yg sering terjadi adalah tubrukan dengan kelentingan 0, kita jatoh trus ga mau bangkit2 lagi, ini yang salah…

    Seringan kita nyalahin org, tapi ya pada dasarnya salahnya dari kita-kita juga…

    Semua yang terjadi di dunia ini terjadi karena seizin Tuhan…

    He’s almighty, so let Thy will be done :D

  2. Nov
    baca mazmur 8

    “Di kitab-Mu tertulis hari-hariku sebelum satupun terjadi daripadanya”
    yang lucu (atau mengherankan) dari Tuhan adalah dia suka bertindak tidak seperti pemikiran manusia

    Ada kalanya kita jatuh dan mengharapkan bantuanNya untuk berdiri, namun yang terjadi kadangkala Ia biarkan kita jatuh lebih sakit lagi, namun tidak sampai tergeletak

    Tuhan yesus sendiri jatuh 3 kali waktu memikul salib di Via Dolorosa
    Kenapa dia bisa 3 kali jatuh?
    Karena sebelumnya dia bangun 2 kali

    Tuhan mau kasih tau, kalo kemampuan kita itu ga sekecil yang kita bayangkan, kita bisa mengatasi masalah yang lebih sulit dari pemikiran kita dengan Dia di sebelah kita
    barangkali begitu

    God Blessss

  3. “Bola basket aja perlu diberi power saat menjatuhkannya baru melambung tinggi kembali dengan kekuatan yg tidak jauh berbeda namun akan menjadi berbeda ketika bola itu ga pernah dijatuhkan, akan melambung dengan lemah dan makin lemah sampai berhenti pada akhirnya.”
    Get well soon…
    May God bless you…


Leave a response

Your response: